Kamis, 09 Februari 2012

Teknologi di Bidang Sandang, Pangan, dan Papan


    A.    Perkembangan Teknologi di Bidang Sandang, Pangan, dan Papan

Adanya kemajuan teknologi di masa sekarang ini tentunya sangat berguna bagi kehidupan manusia,
misalnya untuk memenuhi kebutuhan primer seperti :
·         Teknologi Sandang
Manusia sebagai mahluk susila memerlukan pakaian. Mula-mula pakaian yang hanya dikenakan untuk menutupi aurat saja, kemudian pakaian juga berfungsi melindungi diri dari sengatan panas dan dingin. Sekarang, pakaian berfungsi lebih luas lagi, yaitu untuk kenyamanan dengan menciptakan jenis pakaian yang sesuai dengan kebutuhan misalnya pakaian tidur, pakaian olah raga, pakaian kerja dan sebaliknya, bahkan sekarang orang beranggapan bahwa dapat menunjukan status sosial pemakainya.
Kebutuhan manusia yang makin meningkat juga mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan mutu dan jenis bahan pakaian.Sekarang manusia tidak hanya mengandalkan serat-serat alami untuk membuat bahan pakaian, tetapi dapat juga membuat serat-serat sintetis dari pokok-pokok kayu (benang rayon) maupun dari bahan galian seperti hasil sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester, polipropelen, polietilen).
·         Teknologi Pangan
Teknologi pangan adalah aplikasi dari ilmu pangan untuk sortasi, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi. Dalam teknologi pangan, dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Spesialisasinya beragam, diantaranya pemrosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya.
Beberapa proses terkait pemrosesan bahan pangan telah memberikan kontribusinya di bidang teknologi pangan, terutama pada rantai produksi dan suplai pangan. Pengembangan tersebut misalnya:
Ø  Pembuatan susu bubuk telah menjadi dasar untuk pembuatan berbagai produk baru dari benda cair dan semi cair yang dapat diseduh (dapat direhidrasi kembali) setelah dikeringkan menjadi padatan berbentuk serbuk. Hal ini juga yang menjadikan proses distribusi susu menjadi lebih efisien dan cikal bakal berkembangnya industri susu formula.
Ø  Dekafeinasi untuk kopi dan teh, namun lebih banyak digunakan pada biji kopi demi mengurangi kadar kafein pada kopi. Biji kopi kering diproses menggunakan uap hingga kadar airnya menjadi sektar 20%. Panas diberikan untuk memisahkan kafein dari biji kopi ke permukaan kulitnya. Lalu pelarut diberikan untuk memindahkan kafein dari biji kopi. Hingga tahun 1980an, pelarut yang digunakan adalah pelarut organik. Karbon dioksida merupakan salah satu pelarut non organik yang digunakan untuk memisahkan kafein di bawah kondisi super kritis.
Usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan biasanya dilakukan dengan cara ekstensifikasi yaitu dengan memperluas lahan pertanian, dan dengan intensifikasi, yaitu dengan meningkatkan mutu melalui bibit unggul, cara penggarapan yang lebih baik, pemeliharaan tanaman yang lebih teliti dan pengolahan pasca panen yang lebih sempurna. Dengan memanfaatkan teknologi yang makin berkembang, manusia dapat menciptakan bibit unggul dengan teknik radiasi, rekayasa genetika, dan sebagainya.
·         Teknologi Papan
Dalam masa tradisional pembuatan rumah sangat tergantung pada bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Misalnya di daerah pegunungan atap dibuat dari ijuk, di daerah pantai dari daun rumbia, di daerah yang kaya akan kayu, seperti di kalimantan, orang membuat atap dari sirap, di Toraja memakai bambu, sedangkan di Nusa Tenggara mengunakan ilalang.
Sejalan dengan makin meningkatnya kebutuhan manusia akan tempat tinggal, terutama di kota-kota besar, di mana lahan untuk pembangunan rumah semakin sempit, maka manusia berusaha membuat rumah bertingkat dan menggunakan bahan-bahan bangunan yang makin ditingkatkan kualitasnya.
Fungsi rumah juga tidak lagi hanya sekedar untuk bertahan diri dari cuaca yang tidak menguntungkan dan berlindung dari serangan binatang buas, tetapi sudah merupakan tempat tinggal yang memenuhi rasa kenyamanan dan keindahan.

    B.     Dampak Perkembangan Teknologi
- Dampak Pengaruh Positif Teknologi terhadap Sandang, Pangan, dan Papan
1.    Dalam sektor sandang, yaitu diketemukanya bahan pakaian galian seperti hasil sulingan batu bara dan minyak bumi (poliester, polipropelen, polietilen) dengan proses pembuatanya yang tidak terlalu lama dan lebih ekonomis.Teknologi informasi yang berkembang, juga mempercepat kita untuk mengakses trend atau model pakaian saat ini.
Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
o   Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya.
o   Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain.
o   Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.

2.    Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. penggunaan hormon tumbuhan yang mampu mampu mengacu tumbuhnya daun, bunga atau buah lebih lebat dan lebih cepat. Dan penggunaan mekanisasi pertanian juga membantu manusia dalam mengolah lahan dan memungut hasil panen dengan lebih cepat. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
3.  Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk. Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu. Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
  - Dampak Pengaruh Negatif Teknologi terhadap Sandang, Pangan, dan Papan
1.  Penggunaan pakaian galian seperti Nylon dan polyester dibuat dari petrochemical, menghasilkan polusi bagi lingkungan disekitarnya. Bahan - bahan itui termasuk non-biodegradable atau tidak mudah terurai sehingga sulit didaur ulang.
2.      Penggunaan teknologi pada lahan pertanian yaitu penggunaan racun pemberantas hama, ternyata dapat pula membunuh hewan ternak, merauni hasil panen dan pada akhirnya meracuni manusia itu sendiri
3.      Pembangunan permukiman yang tidak terkontrol akan menimbulkan pemukiman kumuh, kemacetan lalu lintas maupun banjir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar